Perencanaan SIM Pendidikan

A. Pengertian SIM Pendidikan

System adalah sebuah kesatuan dari bagian atau komponen yang saling berhubungan dalam prosedur kerja tertentu untuk mencapai tujuan dalam mengelola masukan untuk menghasilkan keluaran. Subsistem merupakan bagian dari sebuah system informasi yang bersifat pada tataran fungsional yang disesuaikan dengan memenuhi kebutuhan pemakai atas informasi mengenai area fungsional, mendapatkan publikasi yang luas dibeberapa area dan sedikit berkurang di area lain. Sedangkan system informasi menurut saya merupakan system pengolahan data menjadi informasi yang digunakan dalam rangka bertujuan untuk membantu memberikan solusi dalam sebuah organisasi atau perusahaan.

B. Perencanaan Sistem

Setelah manajemen puncak menetapkan kebijakan untuk mengembangkan sistem informasi, sebelum sistem ini sendiri
dikembangkan, maka perlu direncanakan terlebih dahulu dengan cermat. Perencanaan sistem ini menyangkut estimasi dari kebutuh-
an-kebutuhan fisik, tenaga kerja, dan dana yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sistem ini, serta untuk mendukung
operasinya setelah diterapkan. Perencanaan sistem dapat terdiri atas perencanaan jangka pendek (short-range) dan perencanaan jangka
panjang. Perencanaan jangka pendek meliputi periode 1 sampai 2 tahun. Perencanaan jangka panjang melingkupi periode sampai
dengan 5 tahun. Karena perkembangan teknologi komputer yang sangat cepat, maka perencanaan pengembangan sistem informasi untuk periode lebih dari 5 tahun sudah tidak tepat lagi.
Dalam merencanakan sistem, terdapat beberapa bagian atau departemen dengan tugas dan fungsi masing-masing. Bagian-bagian
yang dimaksud adalah sebagai berikut.
1) Planning staff mempunyai tugas untuk melakukan perencana- an sistem berdasarkan kebijakan sistem yang telah ditetap-
kan oleh manajemen puncak. Bila staf ini tidak ada, fungsinya
dapat digantikan oleh departemen pengembangan sistem.
2) Departemen pengembangan sistem mempunyai tugas untuk mengembangkan sistem sesuai dengan rencana yang telah
dibuat oleh planning staff. Bila departemen ini tidak ada,
maka fungsinya dapat digantikan oleh konsultan pengem- bangan sistem di luar perusahaan.
3) Departemen pengolahan data mempunyai tugas untuk mengoperasikan sistem yang telah dikembangkan oleh departemen pengembangan sistem. Bila departemen ini tidak
ada, maka harus dibentuk atau dapat digabung dengan departemen akuntansi bila ruang lingkupnya hanya berkisar
pada pengolahan data akuntansi saja.

C. Proses Perencanaan Sistem

Proses dari perencanaan sistem dapat dikelompokkan dalam
3 proses utama, seperti berikut ini.
Merencanakan proyek-proyek sistem yang dilakukan oleh staf perencana sistem.
Menentukan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan dan dilakukan oleh komite pengarah.
Mendefinisikan proyek-proyek sistem yang akan dikembang- kan dan dilakukan oleh analis sistem.